0851215060824 085647342910 dodiksetiyadi@gmail.com
| BERANDA | TENTANG | LAYANAN | TARIF | KLIEN | TESTIMONI | PEMESANAN | KETENTUAN | FAQ | KONTAK |

Jasa Penerjemah Inggris-Indonesia


Baca Selengkapnya Pesan Sekarang

TRANSLATION

Terjemahan akurat dan profesional untuk berbagai dokumen

Pesan Sekarang

INTERPRETING

Jangan biarkan perbedaan bahasa halangi kesuksesan event Anda

Pesan Sekarang

SUBTITLING

Lengkapi konten video dan film Anda dengan subtitle

Pesan Sekarang

EDITING

Sempurnakan tulisan Anda sampai layak dipublikasikan

Pesan Sekarang
text
text
text

Blog

Meningkatkan Kesuksesan Karier Penerjemah Lepas dengan Internet



Kehadiran internet mempunyai peranan yang sangat penting untuk menunjang profesi penerjemah. Dengan teknologi ini, pekerjaan menjadi jauh lebih fleksibel dan cepat terselesaikan. Dengan kata lain, koneksi internet adalah salah satu kebutuhan pokok bagi penerjemah.

Bahkan, penerjemah lepas yang tidak terikat secara penuh oleh perusahaan tertentu hampir tidak bisa lepas dari teknologi ini. Perlu diketahui, internet juga menjadi faktor penunjang utama bagi hampir semua profesi. Seberapa pentingkah internet bagi para penerjemah?

Internet sebagai Sumber Informasi dan Ilmu Pengetahuan

Sejak pertama kali digunakan secara massal, internet telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Internet adalah pendorong lahirnya era informasi, suatu era yang hanya bisa dikuasai oleh mereka yang lebih dulu mendapatkan informasi aktual.

Penerjemah harus memperdalam wawasan untuk mendukung profesinya. Dengan dukungan internet, gerbang ilmu pengetahuan terbuka lebar bagi penerjemah. Mereka bisa mengakses berbagai informasi baik yang berkaitan dengan bahasa/penerjemahan atau topik lainnya.

Menerjemahkan adalah suatu proses rumit yang tidak hanya befokus pada bahasa sumber atau bahasa sasaran. Penerjemah juga harus bisa mencari titik temu antara dua bahasa tersebut untuk menyampaikan informasi atau ilmu di dalamnya. Penerjemah juga perlu mencari referensi khusus yang berkaitan dengan topik atau bidang ilmu dari teks yang akan diterjemahkan.

Di internet, penerjemah bisa mengakses kamus atau ensiklopedia online sebagai referensi utama untuk memahami istilah khusus dalam suatu teks. Setelah memahami makna dan definisi dari istilah tertentu, penerjemah bisa menerjemahkan teks dengan lebih mudah.

Internet sebagai Alat Komunikasi

Internet adalah alat komunikasi yang perlu dioptimalkan oleh setiap penerjemah untuk berhubungan dengan sesama penerjemah atau klien. Dengan bergabung ke suatu komunitas penerjemah di dunia maya, penerjemah bisa mendapatkan banyak keuntungan.

Penerjemah bisa ‘memanfaatkan’ penerjemah lain untuk membangun kariernya. Di suatu komunitas online, penerjemah senior tidak akan segan-segan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya dengan penerjemah pemula yang masih tertatih-tatih menjalani kariernya.

Komunitas tersebut juga menjadi ajang untuk berbagi informasi penting mengenai proyek penerjemahan atau topik lainnya yang menarik untuk dibahas di kalangan para penerjemah. Dengan simbiosis mutualisme ini, semua penerjemah bisa membangun karier dengan lebih cepat.

Internet juga bisa menjadi penghubung antara penerjemah dan klien (pengguna jasa penerjemah). Klien bisa berupa agensi penerjemah atau pengguna akhir dari terjemahan tersebut. Menjalin komunikasi yang efektif dengan klien adalah salah satu kunci sukses bagi penerjemah. Mereka tidak bisa meraih sukses dalam karier jika tidak ditunjang oleh klien yang membutuhkan jasa mereka.

Selain itu, penerjemah bisa mengirimkan hasil terjemahannya dengan lebih mudah dan cepat melalui laynan surat elektronik. Bahkan, penerjemah tidak akan menemukan kesulitan untuk mendapatkan klien dari luar negeri sekalipun.

Mencari Proyek Terjemahan  Melalui Internet

Sebagai alat komunikasi, internet tentunya bisa digunakan untuk bertukar informasi apapun termasuk proyek terjemahan. Ada begitu banyak info lowongan kerja yang dipublikasikan di internet setiap hari. Tidak sedikit perusahaan yang membutuhkan penerjemah untuk mendukung bisnisnya.

Bagi penerjemah lepas, internet tetap menjadi sarana efektif untuk mendapatkan proyek atau klien baru. Untuk mendapatkan klien atau pengguna jasa terjemahan, penerjemah tidak perlu repot-repot lagi menyebar brosur.

Cukup berkunjung ke website penerjemah seperti Proz.com atau Translatorscafe.com dan proyek terjemahan bisa diakses dengan mudah. Kedua situs tersebut adalah tempat bertemunya penerjemah dan pengguna jasa penerjemah tersebut. Penerjemah dipertemukan dengan agensi atau klien akhir.

Untuk mendapatkan proyek baru, penerjemah juga perlu meyakinkan calon klien dengan membuat CV menarik untuk menujukkan kualitasnya sebagai seorang penerjemah.

Internet sebagai Alat Promosi untuk Menjual Keahlian

Untuk mendapatkan klien atau  proyek terjemahan baru, penerjemah juga perlu mempromosikan keahliannya di internet. Blog atau website juga bisa menjadi sarana yang cukup efekfit untuk mempromosikan jasa penerjemah dan membangun kredibilitas penerjemah itu sendiri.

Dengan mempromosikan keahliannya, penerjemah bisa lebih aktif untuk mendapatkan klien atau proyek baru. Mereka tidak hanya menunggu proyek baru diumumkan oleh agensi atau pengguna akhir.

Faktor Penting yang Perlu Diketahui dalam Penerjemahan Subtitle



Penonton tidak bisa menikmati film atau video jika tidak memahami apa yang diucapkan aktor/aktris dalam film tersebut. Di sinilah peran subtitle sangat diperlukan. Di era modern ini, konten digital bisa diproduksi dan didistribusikan dengan mudah. Produsen film pun banyak bermunculan dan kesempatan untuk memasarkan film di manca negara tentu lebih besar.

Namun, perbedaan bahasa menjadi kendala dalam pemasaran film tersebut. Untuk menjembatani perbedaan bahasa tersebut, penerjemah subtitle diperlukan. Untuk menerjemahkan subtitle dengan baik, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Penerjemahan subtitle sangat berbeda dengan penerjemahan pada teks tertulis lainnya.

Timing

Penerjemah harus bisa menampilkan subtitle dengan durasi yang tepat, tidak boleh ditampilkan terlalu lama karena tidak akan cukup untuk dialog berikutnya. Sebaliknya, penonton tidak akan bisa memahami terjemahannya jika subtitle ditampilkan terlalu singkat.

Timing yang proporsional harus diperhatikan demi kenyamanan penonton sebagai pengguna terjemahan (hasil akhir). Idealnya, timing yang tepat adalah 2-3 detik. Penempatan subtitle tersebut tentu harus sesuai dengan lamanya ucapan.

Software penerjemahan subtitle bisa membantu penerjemah untuk menentukan timing yang tepat dalam penempatan subtitle tersebut. Salah satu software yang sering digunakan adalah Subtitle Workshop.

Jumlah Baris

Penempatan subtitle harus sesuai dan tidak menganggu penonton saat menikmati tontotan dalam bentuk film atau video. Idealnya, subtitle ditulis dalam maksimal dua baris untuk setiap ucapan yang diterjemahkan. Jika subtitle memenuhi layar, penonton tentu tidak bisa menikmati film/video tersebut.

Ukuran Font
Ukuran font tidak boleh terlalu besar dan memenuhi layar. Font harus proporsional dan tidak menganggu penonton saat menikmati film/video yang diterjemahkan.

Metode Penerjemahan

Pada umumnya, teknis penulisan teks subtitle tidak jauh berbeda dengan penulisan teks biasa. Hanya saja, ruang yang tersedia untuk penulisan subtitle sangat terbatas. Dalam sebuah film/video, penulisan subtitle tidak boleh memenuhi layar, menghalangi gambar, dan membuat penonton tidak bisa menikmati tayangannya. Selain itu, subtitle hanya akan ditampilkan dalam beberapa detik saja untuk setiap dialog yang diucapkan. Jadi, tidak seperti penerjemahan tertulis lainnya, subtitle cenderung lebih ringkas dan padat.

Cara Tepat bagi Penerjemah untuk Memikat dan Mempertahankan Klien



Bagi penerjemah, keberadaan klien sangatlah penting. Untuk mempertahankan eksistensinya di dunia alih bahasa, mau tidak mau penerjemah harus mempertahankan kliennya. Tidak peduli apakah klien tersebut adalah penerbit, agensi, atau end user, mereka berhak mendapatkan layanan prima atas harga yang mereka bayar.

Industri penerjemahan adalah dunia yang tidak pernah sepi dan kompetisi pasti selalu ada. Sebaliknya, klien bisa bebas memilih penerjemah mana yang mereka kehendaki. Dengan kata lain, mempertahankan kepercayaan klien adalah hal mutlak bagi penerjemah.

Kualitas adalah syarat utama dan pertama untuk mempertahankan kepercayaan klien. Penerjemah harus mempertahankan kualitas terjemahannya jika tidak mau tersingkir dari persaingan bisnis ini. Terjemahan asal-asalan tidak akan memikat klien manapun.

Sekali mereka dikecewakan, sangat kecil kemungkinannya mereka menghubungi penerjemah tersebut untuk memberikan order terjemahan lagi. Untuk menjaga kualitas terjemahan, penerjemah harus mencurahkan lebih banyak waktu dan pikiran. Tentunya, ‘pengorbanan’ tersebut bisa terbayar dengan kepuasan klien.

Deadline adalah aspek penting dalam sebuah proyek terjemahan. Jika seorang klien mempercayakan proyeknya kepada penerjemah, proyek tersebut harus selesai sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati. Jika melanggar deadline, klien tentu akan kecewa meskipun hasilnya memuaskan.

Terjemahan berkualitas tidak mampu mengobati kekecewaan klien karena pekerjaan yang terlambat tersebut. Sebelum proyek mulai dikerjakan, penerjemah juga harus mengukur kemampuannya sendiri dan berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Kemudahan dalam berkomunikasi adalah daya tarik bagi seorang penerjemah. Untuk mempermudah komunikasi dengan klien, penerjemah tentu tidak hanya mengandalkan satu ‘channel’ komunikasi. Telepon genggam, akun social media, email, dan messenger harus selalu aktif untuk merespon klien. Alat komunikasi tersebut menjadi sangat penting bagi penerjemah yang menjalankan bisnisnya secara online karena tidak mampu bertemu secara fisik dengan klien.

Ada begitu banyak penyedia jasa penerjemah di internet. Jika klien tidak mendapatkan respon cepat dari satu penerjemah, mereka bisa beralih ke penerjemah lain dengan cepat. Kemudahan dalam berkomunikasi ini juga membantu penerjemah ketika klien lama ingin memberikan order terjemahan lagi.

Pembeli adalah raja. Prinsip ini juga berlaku bagi bisnis penerjemahan. Sebagai penyedia jasa, penerjemah harus patuh terhadap intruksi dari klien, mencakup deadline atau detail lain mengenai penulisan penerjemahan.

Tujuan penerjemahan pada umumnya adalah untuk mengalihkan pesan dari teks sumber ke teks sasaran. Dalam industri penerjemahan, tujuan ditentukan oleh klien karena merekalah yang memberikan order terjemahan/membeli jasa terjemahan.

Pelajari Cara Cepat Tepat Tingkatkan Kualitas Terjemahan



Dalam dunia kerja, kualitas adalah hal yang mutlak diperlukan untuk menjaga profesionalitas. Hal ini juga berlaku bagi penerjemah karena harus bisa mempertanggungjawabkan kualitas dari terjemahannya dengan menerjemahkan secara akurat, berterima, dan bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca (untuk teks tertulis).

Bagi seorang interpreter (juru bahasa) sendiri, kualitas ditentukan oleh kemampuannya dalam menerjemahkan secara cepat, tepat, dan mudah didengar oleh pembicara (native speaker) atau audience.

Di era komunikasi ini, profesi penerjemah bisa dianggap sebagai salah satu profesi paling menjanjikan. Dengan akses internet yang mudah didapat, penerjemah bisa mendapatkan proyek atau klien baru dengan lebih cepat. Penerjemah lepas bisa mencari klien lokal atau luar negeri hanya bermodalkan akses internet.

Kualitas adalah syarat utama untuk terus berkiprah dalam dunia alih bahasa ini. Artikel ini secara khusus membahas langkah-langkah untuk menjaga kualitas terjemahan.

Kualitas terjemahan pada dasarnya ditentukan oleh tiga aspek utama, yaitu keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan. Suatu terjemahan dikatakan akurat apabila pesan atau informasi dalam bahasa sumber bisa diterjemahkan secara utuh dan tepat ke bahasa sasaran. Tidak ada pengurangan atau penambahan informasi dan makna tetap terjaga.

Aspek keberterimaan berhubungan dengan tingkat kewajaran suatu teks dipandang dari norma dan budaya bahasa sasaran. Terjemahan yang tidak berterima biasanya kaku dan tidak wajar.

Aspek keterbacaan berkaitan dengan mudah tidaknya terjemahan untuk dibaca. Keterbacaan rendah apabila teks tidak bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca. Penerjemah yang baik harus mempertimbangkan ketiga aspek tersebut untuk menjaga kualitas terjemahannya.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mempertahankan atau meningkatkan hasil terjemahan. Untuk menghasilkan terjemahan berkualitas memang bukanlah hal yang mudah.

Membaca dan Memahami Teks Sumber

Ini adalah tahap pertama yang tidak boleh dilewati. Jika penerjemah langsung menerjemahkan teks tanpa berusaha memahami garis besar dari teks tersebut, hasil akhirnya tentu tidak akan maksimal.

Sebelum menerjemahkan, penerjemah seharusnya berusaha memahami dan membaca teks tersebut sehingga dia bisa paham topik apa saja yang dibahas. Namun, penerjemah tidak perlu membaca teks secara keseluruhan (scanning), hanya perlu membaca sekilas (skimming) untuk memahami pokok pikiran tersebut. Membaca teks seluruhnya bisa memakan waktu yang cukup lama terutama jika teks tersebut sangat tebal.

Memahami Konteks

Untuk mendapatkan terjemahan berkualitas, penerjemah harus bisa menerjemahkan sesuai dengan konteksnya. Cara ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil terjemahan terutama jika bahasa sumbernya adalah bahasa Inggris. Bahasa tersebut adalah kontekstual dan maknanya sangat ditentukan oleh konteks.

Kata mouse sendiri mempunyai banyak arti sesuai dengan konteksnya. Mouse bisa diterjemahkan menjadi tikus (binatang). Dalam konteks teknologi, mouse bisa diterjemahkan menjadi tetikus, suatu perangkat yang memudahkan Anda untuk berpindah dan mengakses aplikasi di komputer. Namun, kata tetikus ini masih jarang digunakan dan kata mouse lebih akrab.

Menggunakan Referensi Yang Tepat

Seringkali seorang penerjemah menghadapi kesulitan ketika menerjemahkan kosa kata baru yang belum dia ketahui sebelumnya. Selain itu, dia harus menerjemahkan teks tersebut secara tepat sesuai dengan konteksnya. Untuk mengatasinya, referensi berupa kamus atau artikel bisa menjadi pilihan tepat.

Penerjemah bisa mengakses banyak kamus online melalui internet dengan lebih mudah. Ada banyak website yang bisa dijadikan referensi ketika penerjemah merasa kesulitan untuk menerjemahkan istilah tertentu. Cara ini jauh lebih murah karena penerjemah tidak perlu membeli banyak kamus.

Selain itu, mereka juga lebih mudah mengakses informasi, artikel, atau website yang membahas kosa kata sukar tersebut. Penggunaan kamus online sebagai referensi tentunya jauh lebih efektif dari aspek harga dan waktu. 

Tidak Serakah

Sifat ‘serakah’ ini seringkali menghinggapi penerjemah lepas. Saat mereka mendapatkan order dari klien, ada klien baru datang menawarkan proyek dengan bayaran yang tidak sedikit. Jika penerjemah tersebut ‘serakah’, tentu dia akan mengambil dua proyek tersebut bersamaan dan mengerjakannya secepat mungkin untuk mengejar deadline.

Sikap ini tentu akan merugikan klien/konsumen karena penerjemah harus rela mengorbankan kualitas terjemahan untuk ‘kejar setoran’. Untuk mempertahankan kualitas, penerjemah seharusnya hanya fokus pada satu proyek dulu dan mengerjakan proyek lain jika sudah selesai. Atau, dia menegosiasikan deadline proyek baru tersebut sehingga masih bisa fokus pada proyek yang sedang dikerjakan.

Tidak Menerima Pekerjaan Di Luar Kemampuannya

Inilah yang seringkali menjadi jebakan bagi penerjemah. Di saat pesanan sepi, mereka ‘terpaksa’ menerima pekerjaan dari klien tanpa mempertimbangkan tingkat kesulitan teks tersebut. Setiap penerjemah mempunyai kompetensi tersendiri dan mereka biasanya ahli dalam jenis teks tertentu apakah hukum, politik, sosial, atau sains.

Pengalaman penerjemah juga menentukan keahliannya dalam menerjemahkan teks. Jika penerjemah menerima order dengan tingkat kesulitan teks tinggi dan di luar batas kemampuannya, bisa dipastikan hasil akhirnya sangat buruk. Terlebih lagi, layanan yang buruk bisa mencoreng reputasi penerjemah itu sendiri. Sebelum memutuskan untuk menerima order, penerjemah tentu harus lebih selektif.

Memperluas Wawasan dan Meningkatkan Keahlian

Penerjemah adalah profesi yang tepat bagi orang yang berwawasan luas. Ketika menerjemahkan suatu teks, penerjemah dihadapkan pada berbagai bidang ilmu yang mungkin kurang dikuasai olehnya.
< br/>
Untuk mempersiapkan diri dengan matang, penerjemah bisa menambah wawasannya dengan membaca buku atau artikel/berita di internet. Mereka bisa menemukan ilmu, informasi, dan kosa kata baru. Untuk meningkatkan keahlian, mau tidak mau penerjemah harus rela meluangkan waktunya untuk belajar dan mencoba tantangan baru.

Mengikuti pelatihan atau seminar mengenai penerjemahan juga sangat disarankan. Perlu diketahui, kemampuan akademis tidak terlalu berpengaruh kepada keahlian seorang penerjemah.

Bergabung dalam Organisasi Penerjemah

Penerjemah terkadang bekerja secara individual tanpa terikat pada perusahaan atau instansi tertentu. Tetapi, mereka tetap perlu bersosialisasi dengan rekan penerjemah lain. Bergabung ke organisasi penerjemah tentu akan memberikan banyak keuntungan bagi penerjemah itu sendiri terutama dalam pengembangan karier dan profesionalitas.

Di Indonesia sendiri, banyak organisasi penerjemah yang sudah diakui dan turut memberikan kontribusi dalam pengembangan keahlian penerjemah. Salah satu organisasi yang sudah berkiprah lama dalam dunia penerjemahan adalah Himpunan Penerjemah Indonesia.

Menimbang Untung Rugi Bekerja sebagai Penerjemah Lepas



Penerjemah adalah salah satu dari sekian banyak profesi menjanjikan yang pantas untuk ditekuni. Pada dasarnya, seorang penerjemah memiliki peran untuk menyampaikan pesan atau informasi dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, baik dalam komunikasi tertulis maupun komunikasi lisan.

Di era informasi ini, peran penerjemah dalam proses komunikasi tersebut tentu menjadi semakin penting. Pertanyaannya, apakah penerjemah merupakan profesi yang benar-benar pantas untuk ditekuni dan diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup? Inilah keuntungan dan kerugian profesi penerjemah yang perlu Anda ketahui.

Keuntungan Menjadi Penerjemah

Pekerjaan bisa dilakukan secara fleksibel

Berbeda dengan profesi lain yang mengharuskan Anda untuk hadir ke kantor dengan rutinitas kerja yang hampir sama setiap harinya (kerja sekitar 8 jam sehari, 6 hari seminggu), profesi ini membebaskan Anda dari rutinitas yang terkadang membosankan tersebut.

Anda tidak harus bekerja terikat di institusi tertentu untuk menjadi penerjemah. Anda bebas menentukan jam kerja serta dengan siapa Anda bekerja. Anda bisa melayani pesanan terjemahan langsung dari klien atau agensi penerjemahan yang menawarkan proyek untuk diterjemahkan.

Di era informasi seperti ini, informasi bisa didapatkan dengan mudah melalui internet, tidak sulit untuk menemukan klien atau agensi yang mau bekerjasama dengan Anda dalam proyek penerjemahan. Meskipun penerjemah bisa dilakukan secara freelance, tidak sedikit perusahaan yang memberikan lowongan kerja sebagai penerjemah tetap.

Penghasilan bisa diandalkan untuk menyambung hidup

Profesi penerjemah juga menarik jika dipandang dari aspek finansialnya. Tidak sedikit uang yang bisa didapatkan dari profesi ini. Bahkan, penerjemah lisan (interpreter) bisa mendapatkan Rp 8 juta dengan bekerja selama 1 hari.

Meskipun mesin penerjemah terus dikembangkan, peran penerjemah (manusia) tetap tak tergantikan dan permintaan terhadap layanan penerjemahan ini selalu ada. Dengan kata lain, industri penerjemahan tidak pernah mati karena peran vitalnya dalam komunikasi. Tentunya, kesempatan ini perlu dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk mencukupi kebutuhan finansial.

Kemudahan mencari klien

Dengan teknologi internet, penerjemah bisa mengembangkan jaringannya seluas mungkin, terutama untuk mendapatkan klien (pengguna jasa terjemahan maupun agensi penerjemahan).

Jika satu klien mendapatkan layanan memuaskan, dia juga tidak akan sungkan merekomendasikan jasa penerjemahan ke calon klien lainnya. Jadi, penerjemah tidak akan kesulitan untuk mendapatkan klien baru.

Tidak sulit untuk bekerjasama dengan agensi penerjemahan di luar negeri di era informasi ini (tentunya didukung dengan kompetensi yang memadai).

Biaya hidup lebih hemat

Dengan tidak bepergian ke kantor atau melakukan rutinitas harian layaknya pekerja kantoran biasa, biaya hidup bisa dipangkas. Dengan kata lain, penghasilan yang didapatkan dari profesi menerjemahkan bisa terasa lebih besar karena pengeluaran bisa dikurangi. Sisa dari penghasilan tersebut bisa dimanfaatkan untuk investasi.

Waktu untuk keluarga lebih banyak

Dengan meniadakan rutinitas bepergian ke kantor, waktu yang diberikan untuk berkumpul bersama keluarga menjadi lebih banyak. Tentunya, kondisi ini bisa meningkatkan kualitas hubungan sesama anggota keluarga.

Kekurangan Menjadi Penerjemah

Penghasilan naik turun

Berbeda dengan pekerja kantoran yang mendapat gaji dengan jumlah tetap setiap bulan, penerjemah tidak mendapatkan hasil yang sama setiap bulan (kecuali jika bekerja tetap di instansi tertentu). Kelemahan ini tidak menjadi masalah berarti selama penghasilan yang didapat setiap bulannya lebih banyak daripada pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Sulit mendapat klien jika tidak memiliki reputasi atau jaringan

Kesulitan ini biasanya dialami oleh penerjemah pemula yang baru saja merintis karirnya sebagai freelancer. Terkadang, mendapatkan klien pertama terasa sangat lama dan membosankan. Namun, berawal dari klien pertama tersebut, reputasi maupun jaringan bisa dibangun untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak.

Terkadang harus lembur untuk mengejar deadline
Setiap pesanan terjemahan yang didapatkan oleh penerjemah harus diselesaikan tepat pada waktunya (sesuai dengan perjanjian awal yang disetujui klien dan penerjemah). Jika pekerjaan terlambat selesai, kecerobohan ini bisa mencoreng reputasi penerjemah dan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan klien lagi di kesempatan lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, terkadang penerjemah harus rela lembur untuk memenuhi janjinya.

Kenapa Jasa Penerjemah Bisa Jadi Lama dan Mahal?



Di era modern ini, manusia selalu menginginkan solusi praktis dan cepat untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang membutuhkan jasa penerjemah.

Saat mereka ingin dokumennya diterjemahkan dengan jasa penerjemah profesional (manual), mereka mungkin merasa bahwa layanan tersebut terlalu lambat dan ingin pesanannya diselesaikan dengan segera. Tidak jarang ada calon klien yang menginginkan dokumen setebal 60 halaman diterjemahkan dalam satu hari. Hal ini mustahil dilakukan oleh seorang penerjemah.

Jika dikerjakan secara bersamaan oleh beberapa penerjemah sekaligus, proses pengeditan juga cukup lama karena setiap penerjemah memiliki style tersendiri dalam menyampaikan pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Namun, pekerjaan tersebut mampu diselesaikan dalam hitungan menit dengan bantuan mesin penerjemah. Dibandingkan dengan mesin penerjemah, penerjemah (manusia) menuntut waktu lebih lama dan biaya lebih besar untuk layanannya.

Mesin penerjemah, seperti Google Translate, bisa menerjemahkan dokumen dalam waktu yang sangat cepat. Segala sesuatu yang dilakukan secara otomatis memang bisa memberikan solusi yang sangat cepat.

Sebagai perbandingan, untuk menerjemahkan dokumen sebanyak 1 halaman (200 kata), Google Translate mampu melakukannya dalam 1-20 detik (tergantung dari kecepatan koneksi internet yang Anda miliki). Penerjemah (manusia) membutuhkan 30 menit – 1 jam untuk 1 lembar dokumen tersebut. Perbedaan waktunya tentu sangat jauh.

Kenapa demikian? Berbeda dengan mesin penerjemah yang melakukan pekerjaannya secara otomatis, penerjemah (manusia) membutuhkan proses lebih lama (mulai dari memahami teks sumber, menerjemahkan, sampai proses editing). Setiap teks yang akan diterjemahkan tentu memiliki tingkat kesulitan tersendiri, terutama teks dengan istilah teknis. Apabila teks tersebut sangat berisiko (seperti teks hukum atau agama), tanggung jawab penerjemah lebih besar dan dia harus bisa memahami teks sumber dengan baik.

Proses penerjemahan pun tidak bisa dilakukan secara asal-asalan (asal jadi) untuk mengejar rupiah. Penerjemah juga harus mencari padanan kata yang tepat untuk setiap istilah khusus yang berhubungan dengan bidang ilmu tertentu. Proses pengeditan tidak bisa dilewati untuk mengantisipasi kesalahan penulisan maupun tata bahasa.

Kenapa layanan penerjemah mahal? Berbeda dengan layanan Google Translate yang bisa digunakan dengan gratis atau mesin penerjemah komersial yang hanya perlu bayar sekali untuk menerjemahkan dokumen berkali-kali, harga yang harus dibayar untuk layanan penerjemahan (manusia) jauh lebih mahal, biayanya bisa mencapai puluhan sampai ratusan ribu per lembar dokumen.

Penerjemah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari ilmu penerjemahan ini (terutama bagi penerjemah dengan latar belakang pendidikan bahasa atau sastra). Kerja keras tersebut tentu pantas diapresiasi dengan harga yang sesuai. Selain itu, penerjemahan merupakan proses yang membutuhkan waktu lama dan tidak bisa dilakukan secara cepat, layaknya mesin penerjemah.

Dengan kata lain, penerjemah harus mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaga untuk menyampaikan pesan dalam teks sumber sebaik mungkin. Semakin mahal harga yang Anda bayar untuk layanan penerjemahan, semakin bagus hasil yang Anda dapatkan. Pengalaman serta kompetensi seorang penerjemah juga memberikan hak tersendiri untuk mematok tarif lebih mahal dibandingkan penerjemah lain pada umumnya.
4 Tahun
melayani jasa penerjemahan
606 Proyek
selesai dengan hasil memuaskan
360 Klien
dari berbagai kalangan