Penerjemahan pada umumnya bisa dibedakan menjadi penerjemahan tertulis dan penerjemahan lisan. Interpreter (juru bahasa) adalah istilah khusus yang digunakan untuk menyebut penerjemah yang menekuni penerjemahan lisan. Dalam penerjemahan tertulis, penerjemah dihadapkan pada dokumen tertulis seperti artikel, buku, brosur, atau jenis dokumen lainnya. Penerjemah menjadi mediator antara penulis dan pembaca. Sementara itu, penerjemahan lisan melibatkan bahasa lisan yang diucapkan langsung oleh penutur. Penerjemah menjadi mediator antara sang pembicara dan pendengar dalam komunikasi ini. Ada banyak perbedaan antara dua jenis penerjemahan tersebut. Perbedaan tersebut bisa ditentukan dari tenggat waktu, keahlian, penentuan tarif, kendala, dan persiapan yang perlu dilakukan penerjemah sebelum melakukan pekerjaanya.

Tenggat Waktu

Penerjemahan tertulis mempunyai tenggat waktu yang cukup longgar (terutama untuk penerjemahan sebuah buku). Untuk menerjemahkan satu buku yang tebalnya sekitar 250 halaman, penerjemah biasanya diberi waktu 3 minggu atau 1 bulan oleh penerbit. Tentunya, deadline yang cukup longgar itu akan sangat membantu penerjemah untuk mengerjakan tugasnya sebaik mungkin. Sebelum menerjemahkan teks, mereka masih bisa membacanya terlebih dahulu. Mereka masih bisa merevisi terjemahan kembali setelah semua teks selesai diterjemahkan.

Penerjemahan lisan dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Penerjemah harus bisa menerjemahkan ucapan/perkataan dari pembicara segera setelah dia selesai berbicara. Jeda antara pembicara dan penerjemah sangatlah singkat. Bahkan, dalam penerjemah lisan yang dilakukan secara simultan, penerjemah berbicara hampir bersamaan dengan pembicara.  Dengan kata lain, interpreter selalu bekerja di bawah tekanan.

Keahlian

Seorang penerjemah yang menggeluti penerjemahan teks tertulis harus mempunyai kemampuan membaca dan menulis yang baik. Mereka tidak bisa melakukan pekerjaannya secara maksimal tanpa didukung oleh dua keahlian ini. Keahlian membaca diperlukan ketika penerjemah berusaha memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Keahlian menulis diperlukan ketika penerjemah menerjemahkan teks tersebut ke bahasa sasaran.

Seorang interpreter harus mempunyai kemampuan mendengarkan dan berbicara yang baik. Kedua keahlian ini sangat dibutuhkan untuk menerjemahkan informasi yang disampaikan oleh pembicara dalam waktu yang sangat singkat. Interpreter harus mempunyai pendengaran yang baik karena pembicara (native speaker) terkadang berbicara dalam aksen yang tidak begitu mudah dipahami. Interpreter harus mampu berbicara dengan lancar, jelas, dan cepat sehingga pendengar mampu menangkap informasi yang disampaikan pembicara asli.

Penentuan Tarif

Seorang penerjemah teks/dokumen biasanya dibayar berdasarkan jumlah halaman jadi terjemahan,  jumlah kata, atau karakter. Jika penerjemah menggunakan jumlah halaman jadi sebagai standar penentuan tarif, naskah terjemahan biasanya ditulis dalam format tertentu. Agensi penerjemah biasanya menerapkan tarif terjemahan berdasarkan jumlah kata atau karakter dari teks sumber. Penentuan tarif ini tentunya harus disepakati oleh penerjemah dan pengguna jasa sebelum proyek dimulai.

Interpreter mendapatkan bayaran atas kerja kerasnya berdasarkan lamanya mereka melakukan tugasnya. Tarif seorang interpreter bisa dihitung per jam atau per hari. Satu hari kerja biasanya dihitung 8 jam.

Kendala

Seorang penerjemah teks tertulis biasanya sering menemukan istilah-istilah khusus dalam teks. Tentunya, kendala ini bisa diatasi dengan mudah selama mereka mempunyai referensi yang tepat. Kamus adalah syarat mutlak bagi penerjemah dan satu kamus tidaklah cukup untuk mendukung pekerjaan seorang penerjemah. Internet bisa menjadi sumber informasi yang sangat bermanfaat bagi penerjemah karena mereka bisa mengakses banyak kamus online. Kerusakan pada komputer juga menjadi masalah yang sangat menjengkelkan bagi seorang penerjemah. Masalah bisa menjadi lebih rumit jika penerjemah harus mengejar deadline yang telah disepakati oleh klien.

Interpreter harus bisa berkonsentrasi penuh. Jika mereka lengah dalam beberapa detik, mereka bisa kehilangan informasi penting yang harus diterjemahkan. Kesulitan untuk berkonsentrasi total bisa menjadi kendala saat melaksanakan pekerjaan ini. Demam panggung juga sangat menyiksa interpreter.

Persiapan

Sebelum mulai mengerjakan tugasnya, penerjemah dokumen tertulis harus memahami garis besar/inti dari informasi dalam teks yang akan diterjemahkan. Mereka harus mencari informasi umum yang tertulis dalam teks tersebut. Jika teks yang diterjemahkan adalah sebuah buku yang disusun secara sistematis, pokok pikiran dari buku tersebut bisa ditemukan dengan mudah di kata pengantar atau pendahuluan.

Interpreter harus menguasai topik yang akan dibicarakan. Sebelum tampil, interpreter bisa berdiskusi dengan pembicara mengenai topik tersebut sehingga interpreter bisa memahami garis besarnya. Sebelum acara dimulai, interpreter juga harus datang lebih awal untuk menyiapkan diri.